Senin, 11 Februari 2013

POSKESDES BUKER BERHASIL DIBANGUN DARI DANA PNPM-MANDIRI

Kadinkes, Kapus Jrengik & Kades Buker Berpose di Depan Poskesdes Buker
JRENGIK - Desa Buker merupakan desa terpencil yang berada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Jrengik Kecamatan Jrengik Kabupaten Sampang. Jarak tempuh dari desa ke puskesmas dan pusat kecamatan  ± 9 km dan ± 15 km dari pusat kota Sampang. Desa Buker merupakan desa dengan jumlah penduduk terbesar se Kecamatan Jrengik yaitu sebesar 4.395 jiwa, dimana sebagian besar penduduknya merupakan keturunan Suku Madura. Secara geografis sebagian besar daerah Desa Buker merupakan daerah perbukitan yang sulit dijangkau serta kondisi jalan yang belum mendukung terutama pada musim penghujan. Saat ini Desa Buker dipimpin oleh kepala desa yang memiliki komitmen dan semangat yang besar terhadap pembangunan di Desa Buker, yaitu Moh. Sodik. Dia merupakan satu-satunya kepala desa yang berlatar belakang militer. Sebelum menjadi Kepala Desa Buker, Moh. Sodik merupakan anggota Babinsa Desa Buker sehingga tidak perlu diragukan lagi pengalaman dan pengetahuannya tentang Desa Buker. Sebagai putra asli Desa Buker, Moh. Sodik menyadari bahwa sektor kesehatan merupakan program prioritas dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas sehingga masyarakat Buker perlu lebih diberdayakan lagi melalui kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti melalui kegiatan desa siaga, posyandu, PKK desa dan Dasa Wisma. Selain itu keterlibatan dan peran serta tokoh masyarakat/tokoh agama dalam setiap kegiatan/program kesehatan harus lebih ditingkatkan lagi. 
Sebagai desa yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 4.395 jiwa maka ratio jumlah tenaga kesehatan (bidan desa)  terhadap jumlah penduduk adalah 2 (dua) bidan desa, akan tetapi tenaga kesehatan yang ada di Desa Buker hanya 1 orang bidan desa dan 1 perawat. Dilihat dari kondisi geografis yang sulit dan daerah perbukitan, maka perlu ada perhatian dan kebijakan khusus dari Kepala UPTD Puskesmas Jrengik terkait dengan pemerataan sarana pelayanan dan tenaga kesehatan yang ada di Desa Buker.
Semenjak 1 bulan setelah masa pelantikan sebagai Kepala UPTD Puskesmas Jrengik, hal pertama yang dilakukan oleh H. Abdul Cholik, SKM, M.Kes  adalah melakukan analisis SWOT terhadap situasi dan kondisi Puskesmas Jrengik, agar dapat diketahui sejauhmana kekuatan, kelemahan, peluang maupun tantangan yang dihadapi. Salah satu solusi/tindaklanjut hasil analisis SWOT tersebut adalah perlu ditingkatkannya koordinasi dan bina suasana dengan lintas sektor baik yang ada di tingkat kecamatan maupun tingkat desa. 
SERTIJAB
Sudah hampir lama kegiatan Desa Siaga di seluruh desa se Kecamatan Jrengik khususnya di Desa Buker tidak aktif bahkan belum dibentuk kepengurusan. Hal inilah yang menggugah Kepala Puskesmas Jrengik untuk mengadakan Program Revitalisasi Desa Siaga, karena seluruh permasalahan kesehatan yang ada di desa akan bisa diatasi apabila Desa Siaganya aktif. Oleh karena itu kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Kepala Puskesmas Jrengik untuk mengadakan koordinasi dan bina suasana dengan seluruh stakeholder yang ada di desa. Melalui forum Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) setiap desa dikunjungi tak terkecuali Desa Buker, karena hanya melalui cara inilah Kepala Puskesmas bisa sharing dan menggugah motivasi serta semangat seluruh stakeholder yang ada di desa untuk lebih berperan serta aktif dalam pembangunan kesehatan di desa.
MMD di Desa Buker
Pada saat mengadakan acara MMD di Desa Buker, banyak permasalahan kesehatan yang dihadapi mulai dari akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, distribusi tenaga kesehatan (bidan desa), masih banyaknya persalinan yang ditolong oleh dukun, kurangnya sosialisasi/penyuluhan kesehatan dan masih banyak lagi. Adapun permasalahan yang menjadi perhatian dan fokus pembicaraan dalam pertemuan tersebut adalah kurangnya tenaga bidan desa dan jauhnya akses masyarakat Buker khususnya Buker Atas terhadap pelayanan kesehatan Polindes Buker.
Tokoh Agama/Tokoh Masyarakat Buker peserta MMD
 Perlu diketahui bahwa Desa Buker terpisah menjadi dua yaitu Buker Atas dan Buker Bawah. Sementara tempat pelayanan kesehatan (Polindes Buker) terletak di Buker Bawah, padahal mayoritas penduduk (± 60%) bermukim di Buker Atas. Di samping itu, kendala belum tersedianya sarana dan prasarana pelayanan kesehatan di Buker Atas memperparah kondisi yang ada, padahal antusiasme dan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan cukup tinggi. Kondisi seperti ini terkesan kurang adanya pemerataan terhadap distribusi sarana pelayanan dan tenaga kesehatan yang ada di Desa Buker.
Dalam pertemuan itu, Kepala Puskesmas memberikan beberapa alternatif solusi yang bisa dijadikan kesepakatan bersama. Alternatif solusinya antara lain masalah tenaga kesehatan (bidan desa) akan menjadi tanggung jawab Kepala Puskesmas Jrengik sedangkan prasarana pelayanan kesehatan (gedung POSKESDES) diserahkan pada Kepala Desa Buker beserta masyarakat. Akhirnya solusi tersebut disepakati bersama dengan penuh harapan dan rasa tanggung jawab. Di samping itu, Kepala Puskesmas juga mengutarakan bahwa prasarana/gedung yang akan dipergunakan sebagai tempat pelayanan kesehatan di Buker Atas tidak bisa dianggarkan dari dana pemerintah (baik DAU/DAK). Untuk itu tidak harus membangun gedung mulai dari nol karena membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit, sebaliknya bisa memanfaatkan rumah penduduk yang tidak ditempati untuk dijadikan tempat pelayanan (POSKESDES). Akan tetapi, Kepala Desa Buker beserta masyarakat sepakat dan berkomitmen akan tetap berusaha membangun sendiri gedung POSKESDES tersebut dari sumber dana yang ada di desa (baik dari dana ADD maupun PNPM-Mandiri) serta swadaya masyarakat asalkan dalam waktu singkat Buker Atas segera diberi tenaga bidan desa.
Atas dasar komitmen dan harapan yang besar Kepala Desa Buker bersama masyarakat itulah yang menjadi cambuk bagi Kepala Puskesmas Jrengik untuk segera menyediakan tenaga bidan desa di Buker Atas. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Kepala Puskesmas termasuk membuat permintaan/usulan tambahan tenaga bidan desa PNS/PTT ke Dinas Kesehatan. Akan tetapi permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi dalam waktu singkat akan tetapi menunggu alokasi CPNS berikutnya atau mutasi bidan desa. Padahal Kepala Desa dan masyarakat sangat berharap agar Buker Atas segera diberi bidan desa. Akhirnya salah satu upaya yang bisa dilakukan Kepala Puskesmas Jrengik adalah dengan menugaskan salah satu tenaga bidan magang yang ada di desa untuk menjadi Plt. Bidan Desa di Buker Atas. Tentunya upaya ini perlu dikonsultasikan dengan Dinas Kesehatan serta perlu persyaratan dan kriteria khusus, adapun kriteria yang harus dipenuhi adalah memiliki pengetahuan, attitude dan skill yang hampir sama atau bahkan melebihi bidan desa yang ada serta memiliki pengalaman magang minimal 5 tahun.
Akhirnya, setelah dikonsultasikan dengan pihak Dinas Kesehatan upaya tersebut disetujui. Selang satu minggu setelah acara MMD salah satu bidan magang yang ada di Desa Mlakah akhirnya terpilih untuk menjadi Plt. Bidan Desa di Buker Atas. Tentunya keputusan ini membuat Kepala Desa dan masyarakat Buker Atas sangat senang dan berterima kasih bahkan semakin termotivasi untuk segera menyediakan gedung yang layak untuk dijadikan tempat pelayanan kesehatan dan tempat tinggal bidan desa. Akhirnya untuk sementara bidan desa tersebut ditempatkan di rumah salah seorang penduduk desa.
Tiba pada saat pembahasan Musrenbangdes dan Musrenbangcam, ternyata janji dan komitmen Kepala Desa dan masyarakat Buker tersebut benar-benar terwujud. Rencana pembangunan gedung Poskesdes Buker telah masuk dalam Dokumen Rencana Pembangunan Desa Buker dengan nilai anggaran sebesar Rp 161.000.000,-. Alhamdulillah, karena harapan yang besar untuk segera mewujudkan gedung Poskesdes akhirnya tanpa terlalu lama menunggu Kepala Desa Buker segera menyediakan tanah dan memulai pembangunan gedung tersebut. 
Di samping telah terealisasinya pembangunan gedung POSKESDES tersebut, hal menggembirakan masyarakat terjadi lagi, selang 1 bulan sejak Kepala Puskesmas Jrengik menugaskan bidan magang sebagai Plt. Bidan Desa di Buker Atas, pihak Dinas Kesehatan menginformasikan bahwa permintaan bidan desa oleh Puskesmas Jrengik akan segera direalisasikan, ternyata benar salah satu Bidan Desa Mandangin mengajukan mutasi ke Puskesmas Jrengik dan SKnya langsung Desa Buker.
Kunjungan Tim Dinkes Propinsi & Sampang ke Poskesdes Buker
Kurang lebih 6 bulan pembangunan POSKESDES Buker hampir selesai 90% dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 161.000.000,- yang bersumber dari dana PNPM-Mandiri dan Rp 7.458.200,- yang bersumber dari SWADAYA MASYARAKAT. Lengkap sudah keinginan dan harapan masyarakat Desa Buker Atas, berkat komitmen dan do’a seluruh pihak akhirnya masyarakat memiliki bidan desa beserta gedung POSKESDES yang layak dan memadai. Sebagai tindaklanjutnya, Kepala Puskesmas Jrengik berharap untuk segera bisa ditempati oleh bidan desa termasuk ketersediaan sarana air dan listrik, karena dalam waktu dekat akan ada kunjungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang dan Propinsi terkait Program Desa Siaga.
Kepala Desa Buker berharap agar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang ataupun Bupati Sampang sudi untuk mengunjungi dan melihat langsung hasil pembangunan sarana pelayanan kesehatan yang bersumber dari dana desa, barangkali mungkin satu-satunya yang ada di kabupaten Sampang. 
Kadinkes Narsis Bersama Tim Puskesmas Jrengik dan Kades Buker
Kadinkes mengamati ruang pelayanan Poskesdes Buker
Harapan Kepala Desa Buker akhirnya disambut baik oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang, sehingga secara mendadak pula pada tanggal    2012 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang bersama Kepala Puskesmas dan jajarannya berkunjung langsung ke Desa Buker. Di sela-sela kunjungan Kepala Dinas Kesehatan tersebut, Kepala Desa Buker berharap agar sarana penunjang pelayanan kesehatan (sarana kesehatan dan paving) untuk POSKESDES Buker agar bisa disediakan dan dipenuhi oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang. Dengan rasa bangga dan apresiasi yang sangat besar atas komitmen dan motivasi Kepala Desa beserta masyarakat Buker terhadap pembangunan kesehatan di daerahnya maka Kepala Dinas Kesehatan berjanji akan segera memenuhi segala perlengkapan sarana kesehatan yang dibutuhkan di Poskesdes Buker dan akan mengusahakan halaman Poskesdes untuk dipaving.
Demikian, sekelumit tentang komitmen dan keberhasilan Kepala Desa dan masyarakat Buker membangun gedung POSKESDES dari dana PNPM-Mandiri dan swadaya masyarakat. Semoga keberhasilan Desa Buker ini akan menjadi ISNPIRASI dan MOTIVASI bagi desa-desa yang lain khususnya yang ada di wilayah Kecamatan Jrengik sehingga ketergantungan masyarakat terhadap pemerintah lambat laun akan segera hilang dan yang ada adalah ‘PEMBERDAYAAN MASYARAKAT’.  (alex)

2 komentar:

  1. semoga amal baik,dan gagasanxa sllu d beri kmudhan oleh alloh kepada sang p klebun,amin

    BalasHapus
  2. (Srimuliani Handoyokusumo; Lolos PNS Guru di lingkungan Kemenag Berau)

    Berawal dari keinginan kuat untuk mengikuti test tertulis CPNS yang dilaksanakan oleh PEMDA Berau dimana saya tinggal, saya pun ikut berpartisipasi mengkutinya. Namun sebenarnya bukan sekedar hanya berpartisipasi tapi terlebih saya memang berkeinginan untuk menjadi seorang PNS. Waktu pun terus berjalan, karena tertanggal 5 Desember 2013 yang lalu saya pun mengikuti Test CPNS yang diselenggarakan oleh PEMDA Berau dengan harapan yang maksimal yaitu menjadi seorang PNS. Kini tanggal 18 Desember 2013, pengumuman test kelulusan tertulis itu diumumkan. Dengan sedikit rasa was-was dan bercampur tidak karuan menyelimuti pikiranku. Rasa pesimisku memang timbul, karena pengumuman yang di informasikan adalah tertanggal 11 Desember 2013 namun di undur tanggal 18 Desember 2013. Dengan mengucapkan BISMILLAH, aku pun masuk ke halaman kantor BKD untuk melihat hasil pengumuman test tertulis CPNS. Dan Syukur Alhamdulillah saya pun LULUS diurutan ke 3 dari 1 formasi yang aku ikuti di Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Dan berikut peringkat screen shoot yang saya jepret menggunakan Ponsel kesayangku.

    Puji Syukur tak henti-hentinya aku panjatkan ke Hadirat Allah SWT, atas rezeki yang diberikan kepadaku. Semua hasil ini saya ucapkan terimakasih kepada :

    1. ALLAH SWT; karena KepadaNya kita mengemis dan memohon.

    2. Suami dan Anak [DikMa]; Dukungan Do’anya sangat berharga dalam pencapaian saat ini.

    3. Orang Tua, Saudara-saudaraku; Tetap mensupport aku selama 3 bulan terakhir ini, terimakasih Mama, terima kasih Kakak Perempuan ku, terima kasih Kakak Laki-laki ku tak terlepas juga buat teman-temanku terimakasih semuanya.

    4. Terimakasih untuk khususnya Bpk.IR.AGUS SUTIADI M.SI beliau selaku petinggi BKN PUSAT,dan dialah membantu kelulusan saya selama ini,alhamdulillah SK saya tahun ini bisa keluar.anda ingin LULUS seperti saya silahkan anda hubungi nomor bpk IR.AGUS SUTIADI M.SI,0852-3687-2555.

    BalasHapus