![]() | |
| Kadinkes, Kapus Jrengik & Kades Buker Berpose di Depan Poskesdes Buker |
Sebagai desa yang memiliki jumlah penduduk sebanyak
4.395 jiwa maka ratio jumlah tenaga kesehatan (bidan desa) terhadap jumlah penduduk adalah 2 (dua) bidan
desa, akan tetapi tenaga kesehatan yang ada di Desa Buker hanya 1 orang bidan
desa dan 1 perawat. Dilihat dari kondisi geografis yang sulit dan daerah
perbukitan, maka perlu ada perhatian dan kebijakan khusus dari Kepala UPTD Puskesmas Jrengik
terkait dengan pemerataan sarana pelayanan dan tenaga kesehatan yang ada di
Desa Buker.
Semenjak 1 bulan setelah masa pelantikan sebagai
Kepala UPTD Puskesmas Jrengik, hal pertama yang dilakukan oleh H. Abdul Cholik,
SKM, M.Kes adalah melakukan analisis
SWOT terhadap situasi dan
kondisi Puskesmas Jrengik,
agar dapat diketahui sejauhmana kekuatan, kelemahan, peluang maupun
tantangan yang dihadapi. Salah satu solusi/tindaklanjut hasil analisis SWOT
tersebut adalah perlu ditingkatkannya
koordinasi dan bina suasana dengan lintas sektor baik yang ada di tingkat kecamatan maupun tingkat desa.
| SERTIJAB |
Sudah hampir lama kegiatan Desa Siaga di seluruh
desa se Kecamatan Jrengik khususnya di Desa Buker tidak aktif bahkan belum
dibentuk kepengurusan. Hal inilah yang menggugah Kepala Puskesmas Jrengik untuk
mengadakan Program Revitalisasi Desa Siaga, karena seluruh permasalahan kesehatan yang ada di desa akan bisa diatasi apabila Desa
Siaganya aktif. Oleh karena itu kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Kepala Puskesmas
Jrengik untuk mengadakan koordinasi dan bina suasana dengan seluruh stakeholder
yang ada di desa. Melalui
forum Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) setiap desa dikunjungi tak terkecuali
Desa Buker, karena hanya melalui cara inilah Kepala Puskesmas bisa sharing dan menggugah motivasi serta
semangat seluruh stakeholder yang ada di desa untuk lebih berperan serta aktif
dalam pembangunan kesehatan di desa.
| MMD di Desa Buker |
Pada saat mengadakan acara MMD di Desa Buker, banyak
permasalahan kesehatan yang dihadapi mulai dari akses masyarakat terhadap
pelayanan kesehatan, distribusi tenaga kesehatan (bidan desa), masih banyaknya
persalinan yang ditolong oleh dukun, kurangnya sosialisasi/penyuluhan kesehatan
dan masih banyak lagi. Adapun permasalahan yang menjadi perhatian dan fokus pembicaraan dalam
pertemuan tersebut adalah kurangnya tenaga bidan desa dan jauhnya akses
masyarakat Buker khususnya Buker Atas terhadap pelayanan kesehatan Polindes
Buker.
| Tokoh Agama/Tokoh Masyarakat Buker peserta MMD |
Perlu diketahui bahwa Desa Buker terpisah menjadi
dua yaitu Buker Atas
dan Buker Bawah.
Sementara tempat pelayanan kesehatan (Polindes Buker) terletak di Buker Bawah, padahal mayoritas
penduduk (± 60%) bermukim di Buker Atas. Di samping itu, kendala belum tersedianya
sarana dan prasarana pelayanan kesehatan di Buker Atas memperparah kondisi yang
ada, padahal antusiasme dan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan
kesehatan cukup tinggi. Kondisi seperti ini terkesan kurang adanya pemerataan
terhadap distribusi sarana pelayanan dan tenaga kesehatan yang ada di Desa
Buker.
Dalam pertemuan itu, Kepala Puskesmas memberikan beberapa alternatif
solusi yang bisa dijadikan
kesepakatan
bersama. Alternatif solusinya antara lain masalah tenaga kesehatan (bidan desa)
akan menjadi tanggung jawab
Kepala Puskesmas Jrengik sedangkan prasarana pelayanan kesehatan (gedung POSKESDES) diserahkan pada Kepala Desa Buker beserta masyarakat.
Akhirnya solusi tersebut disepakati bersama dengan penuh harapan dan rasa tanggung jawab. Di samping itu, Kepala
Puskesmas juga mengutarakan
bahwa prasarana/gedung yang akan dipergunakan sebagai tempat pelayanan kesehatan di Buker
Atas tidak bisa dianggarkan
dari dana pemerintah (baik DAU/DAK). Untuk itu tidak harus membangun gedung mulai dari
nol karena membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit, sebaliknya bisa
memanfaatkan rumah penduduk yang tidak ditempati untuk dijadikan tempat pelayanan
(POSKESDES). Akan
tetapi, Kepala Desa Buker beserta masyarakat sepakat dan berkomitmen akan tetap berusaha membangun sendiri gedung POSKESDES tersebut dari sumber dana yang ada
di desa (baik dari dana ADD maupun PNPM-Mandiri) serta swadaya masyarakat
asalkan dalam waktu singkat Buker Atas segera diberi tenaga bidan desa.
Atas
dasar komitmen dan harapan yang besar Kepala Desa Buker bersama masyarakat
itulah yang menjadi cambuk bagi Kepala Puskesmas Jrengik untuk segera
menyediakan tenaga bidan desa di Buker Atas. Berbagai upaya telah dilakukan
oleh Kepala Puskesmas termasuk membuat permintaan/usulan tambahan tenaga bidan
desa PNS/PTT ke Dinas Kesehatan. Akan tetapi permintaan tersebut tidak bisa
dipenuhi dalam waktu singkat akan tetapi menunggu alokasi CPNS berikutnya atau
mutasi bidan desa. Padahal Kepala Desa dan masyarakat sangat berharap agar
Buker Atas segera diberi bidan desa. Akhirnya salah satu upaya yang bisa
dilakukan Kepala Puskesmas Jrengik adalah dengan menugaskan salah satu tenaga
bidan magang yang ada di desa untuk menjadi Plt. Bidan Desa di Buker Atas. Tentunya
upaya ini perlu dikonsultasikan dengan Dinas Kesehatan serta perlu persyaratan dan
kriteria khusus, adapun kriteria yang harus dipenuhi adalah memiliki pengetahuan,
attitude dan skill yang hampir sama atau bahkan melebihi bidan desa yang ada
serta memiliki pengalaman magang minimal 5 tahun.
Akhirnya,
setelah dikonsultasikan dengan pihak Dinas Kesehatan upaya tersebut disetujui. Selang
satu minggu setelah acara MMD salah satu bidan magang yang ada di Desa Mlakah
akhirnya terpilih untuk menjadi Plt. Bidan Desa di Buker Atas. Tentunya keputusan
ini membuat Kepala Desa dan masyarakat Buker Atas sangat senang dan berterima
kasih bahkan semakin termotivasi untuk segera menyediakan gedung yang layak
untuk dijadikan tempat pelayanan kesehatan dan tempat tinggal bidan desa. Akhirnya
untuk sementara bidan desa tersebut ditempatkan di rumah salah seorang penduduk
desa.
Tiba
pada saat pembahasan Musrenbangdes dan Musrenbangcam, ternyata janji dan
komitmen Kepala Desa dan masyarakat Buker tersebut benar-benar terwujud. Rencana
pembangunan gedung Poskesdes Buker telah masuk dalam Dokumen Rencana
Pembangunan Desa Buker dengan nilai anggaran sebesar Rp 161.000.000,-.
Alhamdulillah, karena harapan yang besar untuk segera mewujudkan gedung Poskesdes
akhirnya tanpa terlalu lama menunggu Kepala Desa Buker segera menyediakan tanah
dan memulai pembangunan gedung tersebut.
Di
samping telah terealisasinya pembangunan gedung POSKESDES tersebut, hal
menggembirakan masyarakat terjadi lagi, selang 1 bulan sejak Kepala Puskesmas
Jrengik menugaskan bidan magang sebagai Plt. Bidan Desa di Buker Atas, pihak
Dinas Kesehatan menginformasikan bahwa permintaan bidan desa oleh Puskesmas
Jrengik akan segera direalisasikan, ternyata benar salah satu Bidan Desa
Mandangin mengajukan mutasi ke Puskesmas Jrengik dan SKnya langsung Desa Buker.
![]() |
| Kunjungan Tim Dinkes Propinsi & Sampang ke Poskesdes Buker |
Kurang
lebih 6 bulan pembangunan POSKESDES Buker hampir selesai 90% dengan
menghabiskan anggaran sebesar Rp 161.000.000,- yang bersumber dari dana
PNPM-Mandiri dan Rp 7.458.200,- yang bersumber dari SWADAYA MASYARAKAT. Lengkap sudah keinginan
dan harapan masyarakat Desa Buker Atas, berkat komitmen dan do’a seluruh pihak akhirnya
masyarakat memiliki bidan desa beserta gedung POSKESDES yang layak dan memadai.
Sebagai tindaklanjutnya, Kepala Puskesmas Jrengik berharap untuk segera bisa
ditempati oleh bidan desa termasuk ketersediaan sarana air dan listrik, karena dalam
waktu dekat akan ada kunjungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang dan Propinsi
terkait Program Desa Siaga.
Kepala
Desa Buker berharap agar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang ataupun
Bupati Sampang sudi untuk mengunjungi dan melihat langsung hasil pembangunan
sarana pelayanan kesehatan yang bersumber dari dana desa, barangkali mungkin
satu-satunya yang ada di kabupaten Sampang.
![]() |
| Kadinkes Narsis Bersama Tim Puskesmas Jrengik dan Kades Buker |
| Kadinkes mengamati ruang pelayanan Poskesdes Buker |
Demikian,
sekelumit tentang komitmen dan keberhasilan Kepala Desa dan masyarakat Buker membangun
gedung POSKESDES dari dana PNPM-Mandiri dan swadaya masyarakat. Semoga
keberhasilan Desa Buker ini akan menjadi ISNPIRASI dan MOTIVASI bagi desa-desa
yang lain khususnya yang ada di wilayah Kecamatan Jrengik sehingga
ketergantungan masyarakat terhadap pemerintah lambat laun akan segera hilang
dan yang ada adalah ‘PEMBERDAYAAN MASYARAKAT’. (alex)




semoga amal baik,dan gagasanxa sllu d beri kmudhan oleh alloh kepada sang p klebun,amin
BalasHapus(Srimuliani Handoyokusumo; Lolos PNS Guru di lingkungan Kemenag Berau)
BalasHapusBerawal dari keinginan kuat untuk mengikuti test tertulis CPNS yang dilaksanakan oleh PEMDA Berau dimana saya tinggal, saya pun ikut berpartisipasi mengkutinya. Namun sebenarnya bukan sekedar hanya berpartisipasi tapi terlebih saya memang berkeinginan untuk menjadi seorang PNS. Waktu pun terus berjalan, karena tertanggal 5 Desember 2013 yang lalu saya pun mengikuti Test CPNS yang diselenggarakan oleh PEMDA Berau dengan harapan yang maksimal yaitu menjadi seorang PNS. Kini tanggal 18 Desember 2013, pengumuman test kelulusan tertulis itu diumumkan. Dengan sedikit rasa was-was dan bercampur tidak karuan menyelimuti pikiranku. Rasa pesimisku memang timbul, karena pengumuman yang di informasikan adalah tertanggal 11 Desember 2013 namun di undur tanggal 18 Desember 2013. Dengan mengucapkan BISMILLAH, aku pun masuk ke halaman kantor BKD untuk melihat hasil pengumuman test tertulis CPNS. Dan Syukur Alhamdulillah saya pun LULUS diurutan ke 3 dari 1 formasi yang aku ikuti di Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Dan berikut peringkat screen shoot yang saya jepret menggunakan Ponsel kesayangku.
Puji Syukur tak henti-hentinya aku panjatkan ke Hadirat Allah SWT, atas rezeki yang diberikan kepadaku. Semua hasil ini saya ucapkan terimakasih kepada :
1. ALLAH SWT; karena KepadaNya kita mengemis dan memohon.
2. Suami dan Anak [DikMa]; Dukungan Do’anya sangat berharga dalam pencapaian saat ini.
3. Orang Tua, Saudara-saudaraku; Tetap mensupport aku selama 3 bulan terakhir ini, terimakasih Mama, terima kasih Kakak Perempuan ku, terima kasih Kakak Laki-laki ku tak terlepas juga buat teman-temanku terimakasih semuanya.
4. Terimakasih untuk khususnya Bpk.IR.AGUS SUTIADI M.SI beliau selaku petinggi BKN PUSAT,dan dialah membantu kelulusan saya selama ini,alhamdulillah SK saya tahun ini bisa keluar.anda ingin LULUS seperti saya silahkan anda hubungi nomor bpk IR.AGUS SUTIADI M.SI,0852-3687-2555.