Senin, 11 Februari 2013

UPTD PUSKESMAS JRENGIK BENTUK “KELOMPOK BINAAN KADER (KBK)”


JRENGIK – Banyaknya permasalahan program kesehatan yang masih belum terselesaikan di Kabupaten Sampang khususnya di wilayah Kecamatan Jrengik, memotivasi  UPTD  Puskesmas Jrengik untuk terus menciptakan teroboson-terobosan baru  dalam rangka mengatasi permasalahan yang ada yaitu dengan mengembangkan inovasi  dalam bidang pemberdayaan masyarakat. Hal ini sejalan dengan Visi UPTD Puskesmas Jrengik yaitu “Prima Dalam Pelayanan, Sukses Dalam Pemberdayaan”. Di samping itu, tuntutan Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang agar seluruh puskesmas bahu membahu mensukseskan Program “LIBAS 2+” dan “100410” serta persiapan RISKESDAS tahun 2013 mendatang, mendorong UPTD Puskesmas Jrengik untuk terus berupaya melakukan semuanya. Bertitik tolak pada semua itu, hal mendasar yang harus dilakukan oleh Puskesmas dalam mewujudkan harapan dan program yang dicanangkan oleh Dinas Kesehatan tersebut yaitu dengan lebih ditingkatkan lagi akan FUNGSI dan PERAN “KADER KESEHATAN”  dalam pencapaian program-program kesehatan. Hal ini bisa dilakukan apabila DESA SIAGA diberbagai desa aktif kembali salah satunya melalui pembentukan kelompok-kelompok DASA WISMA di berbagai Desa/Kelurahan yang kegiatannya bisa diintegrasikan dengan kegiatan/program  kesehatan.  
Kepala  Puskesmas Jrengik dalam acara Sosialisasi KBK pada Bina Wilayah

Dasawisma sebagai kelompok terkecil dari kelompok-kelompok PKK memiliki peran strategis mewujudkan keluarga sejahtera. Untuk itu, di harapkan agar Dasawisma menjadi ujung tombak pelaksanaan 10 program pokok PKK dan program pemerintah. Selain itu, di bidang kesehatan melalui dasawisma tersebut diharapkan dapat memantau sekaligus mengantisipasi muncul serta berkembangkan masalah-masalah kesehatan. Mengingat begitu luasnya tugas dan tanggung jawab kader-kader DASAWISMA baik yang berkaitan dengan bidang kesehatan maupun diluar kesehatan, mendorong UPTD Puskesmas Jrengik untuk membentuk “KELOMPOK BINAAN KADER (KBK)”. 

Kerangka pikir pertama pembentukan “KELOMPOK BINAAN KADER (KBK)” ini masih mengadopsi konsep DASA WISMA, akan tetapi dalam pelaksanaannya lebih diperkecil lagi dengan hanya melakukan kegiatan/program kesehatan saja, sehingga diharapkan kader KBK dapat lebih fokus mengatasi masalah kesehatan. Sesuai dengan Konsep Dasa Wisma, Kelompok Binaan Kader (KBK) merupakan  kelompok yang terdiri dari 10 – 20 kepala keluarga (KK) dalam satu dusun/RT/RW. Setelah terbentuk kelompok, maka diangkatlah satu orang yang memiliki tanggung jawab sebagai pimpinan KBK.

Peserta Refresing Kader KBK
Secara umum tujuan dari kegiatan tersebut adalah membantu kelancaran tugas-tugas pokok dan program kesehatan di desa serta terciptanya sistem kewaspadaan dan kesiapsiagaan dini di masyarakat terhadap kemungkinan terjadinya penyakit dan masalah-masalah kesehatan yang akan mengancam dan merugikan masyarakat yang bersangkutan. Selain itu, melalui KBK tersebut diharapkan dapat dipantau dan diantisipasi munculnya serta berkembangnya penyakit menular yang belakangan menghebohkan dan banyak menimpa anak-anak seperti demam berdarah, campak, difteri dan sebagainya

Pada prinsipnya penyelenggaraan KBK merupakan kegiatan pengawasan dan pemberdayaan hingga ke masyarakat bawah dan menyentuh unit masyarakat terkecil, yakni keluarga sehingga diharapkan keberadaan KBK ini akan mempermudah koordinasi dan jaringan di tingkat desa sampai dusun, sehingga program-program kesehatan maupun yang lain dapat berjalan tepat sasaran. Banyak hal yang dapat dilakukan melalui KBK seperti melaksanakan update data sasaran di setiap kepala keluarga (bayi, balita, ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui), melakukan survey mawas diri (SMD), usaha perbaikan gizi keluarga dan keluarga berencana (KB) dan sebagainya.


Sebagai tahap awal pembentukan KBK, UPTD Puskesmas Jrengik perlu mengadakan sosialisasi terhadap seluruh Bina Wilayah (Perawat Pustu, Perawat Ponkesdes, Bidan Desa) tentang Konsep KBK, peran dan fungsi bidan desa serta kader dalam KBK. Kemudian tahap kedua ditindaklanjuti dengan pendataan awal terkait jumlah Kelompok Keluarga (KK) per dusun beserta anggota rumah tangganya. Tahap ketiga pelatihan/refresing terhadap seluruh kader aktif posyandu sebanyak 120 orang. Dalam acara refresing ini, dibagi menjadi 3 (tiga) angkatan. Adapun materi yang disampaikan adalah seputar konsep Kelompok Binaan Kader (KBK) yang disampaikan oleh Kepala UPTD Puskesmas Jrengik serta materi-materi teknis lain seputar kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan oleh kader di lapangan yang disampaikan oleh programer Promkes, Gizi, KIA dan Kesehatan Lingkungan.


Programer Kesling dalam acara Refresing Kader KBK
Programer Promkes dalam acara Refresing Kader KBK

Kelompok Binaan Kader (KBK) merupakan salah satu dari banyak solusi atau inovasi, sehingga dalam pelaksanaannya perlu pendampingan dan pembinaan yang dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan. Sebagai tindaklanjutnya, masing-masing desa akan diambil 1 (satu) Kelompok Binaan Kader (KBK) sebagai pilot project untuk mendapatkan pendampingan sedangkan KBK yang lain tetap berjalan sebagaimana mestinya. Selanjutnya berlanjut terus ke kelompok KBK yang lain sampai seluruh KBK berjalan sesuai dengan tujuan.


Acara Refresing Kader KBK Jrengik
Kepala UPTD Puskesmas Jrengik berharap KBK ini berjalan lancar dan sukses, untuk sementara uji coba difokuskan pada program prioritas (Kia, Gizi, Imunisasi dan Kesling) selanjutnya seluruh program yang lain akan bisa diintegrasikan dalam KBK, seperti program TB Paru dan Kusta dalam penemuan dan pemantauan minum obat (PMO), program DBD dalam Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) dan sebagainya. (alex)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar