
JRENGIK – Banyaknya permasalahan
program kesehatan yang masih belum terselesaikan di Kabupaten Sampang khususnya
di wilayah Kecamatan Jrengik, memotivasi
UPTD Puskesmas Jrengik untuk
terus menciptakan teroboson-terobosan baru dalam rangka mengatasi permasalahan yang ada yaitu
dengan mengembangkan inovasi dalam bidang pemberdayaan masyarakat. Hal
ini sejalan dengan Visi UPTD Puskesmas Jrengik yaitu “Prima Dalam Pelayanan, Sukses
Dalam Pemberdayaan”. Di samping itu, tuntutan Dinas Kesehatan Kabupaten
Sampang agar seluruh puskesmas bahu membahu mensukseskan Program “LIBAS 2+” dan
“100410” serta persiapan RISKESDAS tahun 2013 mendatang, mendorong UPTD Puskesmas
Jrengik untuk terus berupaya melakukan semuanya. Bertitik tolak pada semua itu, hal
mendasar yang harus dilakukan oleh Puskesmas dalam mewujudkan harapan dan
program yang dicanangkan oleh Dinas Kesehatan tersebut yaitu dengan lebih ditingkatkan
lagi akan FUNGSI dan PERAN “KADER KESEHATAN” dalam pencapaian program-program kesehatan.
Hal ini bisa dilakukan apabila DESA SIAGA diberbagai desa aktif kembali salah
satunya melalui pembentukan kelompok-kelompok DASA WISMA di berbagai Desa/Kelurahan
yang kegiatannya bisa diintegrasikan dengan kegiatan/program kesehatan.
 |
| Kepala Puskesmas Jrengik dalam acara Sosialisasi KBK pada Bina Wilayah |
Dasawisma sebagai kelompok terkecil dari
kelompok-kelompok PKK memiliki peran strategis mewujudkan keluarga sejahtera. Untuk
itu, di harapkan agar Dasawisma menjadi ujung tombak pelaksanaan 10 program
pokok PKK dan program pemerintah. Selain itu, di bidang kesehatan melalui dasawisma tersebut diharapkan dapat
memantau sekaligus mengantisipasi muncul serta berkembangkan masalah-masalah
kesehatan. Mengingat begitu luasnya tugas dan tanggung jawab
kader-kader DASAWISMA baik yang berkaitan dengan bidang kesehatan maupun diluar
kesehatan, mendorong UPTD Puskesmas Jrengik untuk membentuk “KELOMPOK BINAAN
KADER (KBK)”.
Kerangka pikir pertama pembentukan “KELOMPOK
BINAAN KADER (KBK)” ini masih mengadopsi konsep DASA WISMA, akan tetapi dalam
pelaksanaannya lebih diperkecil lagi dengan hanya melakukan kegiatan/program
kesehatan saja, sehingga diharapkan kader KBK dapat lebih fokus mengatasi
masalah kesehatan. Sesuai dengan Konsep Dasa Wisma, Kelompok Binaan
Kader (KBK) merupakan kelompok yang
terdiri dari 10 – 20 kepala keluarga
(KK) dalam satu dusun/RT/RW. Setelah terbentuk kelompok, maka diangkatlah
satu orang yang memiliki tanggung jawab sebagai pimpinan KBK.
 |
| Peserta Refresing Kader KBK |
Secara umum tujuan
dari kegiatan tersebut adalah membantu kelancaran tugas-tugas pokok
dan program kesehatan di desa serta terciptanya
sistem kewaspadaan dan kesiapsiagaan dini di masyarakat terhadap kemungkinan
terjadinya penyakit dan masalah-masalah kesehatan yang akan mengancam dan
merugikan masyarakat yang bersangkutan. Selain itu, melalui KBK tersebut
diharapkan dapat dipantau dan diantisipasi munculnya serta berkembangnya penyakit menular yang belakangan
menghebohkan dan banyak
menimpa anak-anak seperti demam berdarah, campak, difteri dan sebagainya
Pada prinsipnya penyelenggaraan KBK merupakan kegiatan pengawasan dan pemberdayaan hingga ke
masyarakat bawah dan menyentuh unit
masyarakat terkecil, yakni keluarga sehingga diharapkan keberadaan KBK ini akan mempermudah koordinasi dan jaringan di tingkat desa sampai dusun, sehingga program-program kesehatan
maupun yang lain dapat berjalan tepat
sasaran. Banyak hal yang dapat dilakukan melalui KBK seperti melaksanakan update data sasaran di setiap kepala keluarga (bayi, balita, ibu hamil, ibu nifas, ibu
menyusui), melakukan
survey mawas diri (SMD), usaha perbaikan gizi keluarga dan keluarga berencana (KB) dan
sebagainya.
Sebagai tahap awal pembentukan KBK, UPTD
Puskesmas Jrengik perlu mengadakan sosialisasi terhadap seluruh Bina Wilayah
(Perawat Pustu, Perawat Ponkesdes, Bidan Desa) tentang Konsep KBK, peran dan
fungsi bidan desa serta kader dalam KBK. Kemudian tahap kedua ditindaklanjuti
dengan pendataan awal terkait jumlah Kelompok Keluarga (KK) per dusun beserta anggota
rumah tangganya. Tahap ketiga pelatihan/refresing
terhadap seluruh kader aktif posyandu sebanyak 120 orang. Dalam acara refresing
ini, dibagi menjadi 3 (tiga) angkatan. Adapun materi yang disampaikan adalah
seputar konsep Kelompok Binaan Kader (KBK) yang disampaikan oleh Kepala UPTD
Puskesmas Jrengik serta materi-materi teknis lain seputar kegiatan-kegiatan
yang perlu dilakukan oleh kader di lapangan yang disampaikan oleh programer
Promkes, Gizi, KIA dan Kesehatan Lingkungan.
 |
| Programer Kesling dalam acara Refresing Kader KBK |
 |
| Programer Promkes dalam acara Refresing Kader KBK |
Kelompok Binaan Kader (KBK) merupakan salah
satu dari banyak solusi atau inovasi, sehingga dalam pelaksanaannya perlu
pendampingan dan pembinaan yang dilakukan secara terus menerus dan
berkesinambungan. Sebagai tindaklanjutnya, masing-masing desa akan diambil 1
(satu) Kelompok Binaan Kader (KBK) sebagai pilot project untuk mendapatkan
pendampingan sedangkan KBK yang lain tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Selanjutnya berlanjut terus ke kelompok KBK yang lain sampai seluruh KBK
berjalan sesuai dengan tujuan.
 |
| Acara Refresing Kader KBK Jrengik |
Kepala UPTD Puskesmas Jrengik berharap KBK ini
berjalan lancar dan sukses, untuk sementara uji coba difokuskan pada program prioritas
(Kia, Gizi, Imunisasi dan Kesling) selanjutnya seluruh program yang lain akan
bisa diintegrasikan dalam KBK, seperti program TB Paru dan Kusta dalam penemuan
dan pemantauan minum obat (PMO), program DBD dalam Pemeriksaan Jentik Berkala
(PJB) dan sebagainya. (alex)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar