Selasa, 14 Mei 2013

HARAPAN DAN TANTANGAN BARU DALAM PENANGANAN GIZI BURUK DI KABUPATEN SAMPANG

Jrengik >>> Lain di Jombang, lain pula Kota Sampang. Sebagai upaya dan komitmen dalam mensukseskan PROGRAM LIBAS 2+ yaitu membebaskan Kabupaten Sampang dari kasus balita gizi buruk serta didukung oleh Bupati Sampang, Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang bahu membahu mencari terobosan salah satunya dengan mendirikan tempat pemulihan gizi buruk yang dinamakan Therapeutic Feeding Centre (TFC) atau Pusat Pemulihan Gizi (PPG).

Rencana pendirian Therapeutic Feeding Centre (TFC) ini tidak terlepas dari masih banyaknya kasus Gizi Buruk pada Balita yang ada di Kabupaten Sampang. Kita coba bedah data profil Kabupaten Sampang, ranking IPKM paling buntut di Propinsi Jawa Timur. Berdasarkan data tahun 2010 dengan jumlah penduduk 837.275 jiwa, maka jumlah balita sekitar 10,1% atau 84.115 jiwa. Dengan jumlah desa 180, maka beban per desa adalah sekitar 468 balita. Rata-rata desa di Kabupaten Sampang memiliki 6 dusun, maka tiap dusun harus mencari sekitar 78 balita selama setahun. Masih mungkin bukan dilakukan? Hal ini juga dapat ditunjukkan dari hasil Riskesdas tahun 2007.



Batang gray yang lebih terang merupakan persentase status gizi balita berdasarkan tinggi badan per umur (TB/U), yang di keempat kabupaten tersebut melebihi 40%. Sedang yang berwarna lebih gelap (sebelah kanan) merupakan status gizi balita berdasarkan berat badan per umur (BB/U). Bila digabungkan, ada beban ganda (double burden) yang kesemuanya melebihi 60%.

Grafik berikutnya merupakan gambaran status gizi balita berdasarkan berat badan per tinggi badan (BB/TB)


Tetap saja sebuah masalah yang tersaji. Di semua kabupaten kejadiannya melebihi angka 20% tak terkecuali di kabupaten Sampang.  Bagaimana bisa seperti ini??? Dari seluruh balita yang ada di Pulau Madura realitasnya lebih dari 70%nya tidak ditimbang berat badannya selama enam bulan terakhir.

Data hasil Riskesdas 2007 merupakan bahan renungan dan pemicu bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang untuk memulai bangkit dari tidur pulasnya selama ini.  Sebagai salah satu teroboson dan komitmen penuh dalam penanganan maslah gizi buruk adalah mendirikan PUSAT PEMULIHAN GIZI (PPG/TFC).

Rencana pendirian TFC ini akan dimulai pada tahun 2013 dan dipusatkan di empat titik yaitu Puskesmas Jrengik, Puskesmas Omben, Puskesmas Tanjung dan Puskesmas Ketapang. Diharapkan keempat Puskesmas tersebut akan menjadi pusat rujukan pemulihan gizi buruk dan kurang di Kabupaten Sampang. Launching tahap pertama akan diawali oleh Puskesmas Jrengik kemudian diikuti oleh tiga Puskesmas yang lain. Sehingga diharapkan tahun 2015 keempat Puskesmas tersebut sudah bisa melaksanakan TFC di empat titik central.


Sebagai bahan persiapan dan referensi dalam pendirian TFC ini, perlu dilakukan Sosialisasi baik ditingkat Kabupaten, Kecamatan sampai ke Desa. Di samping itu Dinas Kesehatan bersama perwakilan empat Puskesmas pada tanggal 08 Mei 2013 mengadakan Studi Banding (Benchmarking) ke Puskesmas Mojoagung dan Tembelang Kabupaten Jombang Jawa Timur.






Banyak ilmu dan pengalaman yang didapat dan disharingkan dengan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang terkait dengan pendirian TFC ini, sehingga diharapkan pendirian TFC ini tidak hanya mampu menjadi pusat rujukan penanganan gizi buruk di Kabupaten Sampang bahkan mungkin bagi kabupaten lain yang ada di wilayah Madura. (alex)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar